BERITAHU

Muka Kesat Berujung Rusak: Bahaya Tersembunyi SLS dalam Sabun dan Sampo Harian

Dipublikasikan pada 7/6/2026

Apa Itu SLS dan SLES?

Saat menggunakan sabun wajah, sampo, atau sabun mandi, banyak orang menganggap busa yang melimpah sebagai tanda bahwa produk bekerja dengan baik. Padahal, busa tersebut sering kali berasal dari bahan bernama Sodium Lauryl Sulfate atau SLS dan Sodium Laureth Sulfate atau SLES.

Kedua bahan ini termasuk surfaktan, yaitu senyawa yang membantu mengangkat minyak, kotoran, dan sisa produk dari permukaan kulit maupun rambut.

Karena kemampuannya membersihkan dengan sangat efektif, SLS dan SLES banyak digunakan dalam:


Mengapa SLS Banyak Digunakan?

Produsen menyukai SLS karena beberapa alasan:

Dari sisi pemasaran, busa yang banyak juga membuat konsumen merasa produk bekerja lebih maksimal.


Apa Masalahnya?

Kulit manusia memiliki lapisan pelindung alami yang dikenal sebagai skin barrier. Lapisan ini berfungsi menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari iritasi dan mikroorganisme.

Masalah muncul ketika SLS bekerja terlalu agresif. Tidak hanya mengangkat minyak berlebih, tetapi juga menghilangkan minyak alami yang sebenarnya dibutuhkan kulit.

Akibatnya, kulit menjadi:


Dampak pada Kulit Wajah

Bagi pemilik kulit sensitif, penggunaan produk dengan kadar SLS tinggi dapat memperparah berbagai masalah kulit.

1. Kulit Kering Berlebihan

Kulit kehilangan kelembapan alami sehingga terasa kasar dan tidak nyaman.

2. Kerusakan Skin Barrier

Ketika lapisan pelindung kulit rusak, bakteri, polusi, dan iritan lebih mudah masuk ke dalam kulit.

3. Iritasi dan Kemerahan

Kulit yang sudah sensitif sering menunjukkan reaksi berupa rasa perih, panas, dan kemerahan setelah penggunaan rutin.


Dampak pada Rambut dan Kulit Kepala

SLS juga dapat memengaruhi kesehatan rambut.

Gejala yang sering muncul antara lain:

Pada beberapa orang, kondisi ini bahkan dapat memperburuk ketombe.


Apakah SLES Lebih Aman?

SLES umumnya dianggap lebih lembut dibandingkan SLS karena telah melalui proses tambahan dalam pembuatannya.

Meski demikian, SLES tetap termasuk surfaktan kuat yang dapat menyebabkan kekeringan pada sebagian pengguna, terutama jika digunakan terlalu sering.


Cara Mengenali SLS dan SLES pada Label

Perhatikan daftar bahan dan cari nama berikut:

Semakin tinggi posisi bahan pada daftar komposisi, semakin besar kemungkinan kandungannya dalam produk.


Alternatif yang Lebih Lembut

Bagi kulit sensitif, beberapa surfaktan yang cenderung lebih lembut antara lain:

Meski busanya tidak sebanyak SLS, bahan-bahan ini umumnya lebih ramah bagi kulit.


Kesimpulan

SLS dan SLES adalah bahan pembersih yang sangat efektif dalam mengangkat minyak dan kotoran. Namun, kemampuan membersihkannya yang kuat juga dapat mengikis minyak alami kulit sehingga memicu kekeringan, iritasi, dan kerusakan skin barrier. Memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit jauh lebih penting daripada sekadar mengejar busa melimpah.

Tim Redaksi Beritahu Penulis Ahli

Tim redaksi Beritahu.com yang berfokus membagikan panduan.

🚀 Butuh Website & Sistem Digital untuk Bisnis?

Tingkatkan omzet dan profesionalitas bisnis Anda dengan infrastruktur web super cepat dari Beritahu Inc.

LIHAT KATALOG HARGA
← Kembali ke Direktori